Kamis, 01 Oktober 2015

 CARA MEMPERKENALKAN UANG PADA ANAK

 

Pengertian Uang


Secara luas uang bisa diartikan sebagai sesuatu yang dapat diterima secara umum sebagai alat pembayaran dalam suatu wilayah tertentu atau alat pembayaran utang dan alat untuk melakukan pertukaran barang dan jasa. Jadi, uang merupakan alat yang dapat digunakan untuk melakukan tukar-menukar baik barang maupun jasa dalam suatu wilayah tertentu, khususnya dalam suatu negara, tanpa membedakan suku bangsa, agama, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi seseorang.
 
Ada beberapa alternatif yang akan digunakan orangtua untuk memperkenalkan uang antaralin sebagai berikut: 
 
1. Mengatur pengeluaran uang
             a.    Mengajarkan tentang anggaran belanja
                         Sering ketika kita belanja bulanan si kecil ikut serta dan tidak jarang dia menginginkan untuk membeli makanan atau yang dia mau. Nah, hal ini bisa menjadi kesempatan yang bagus mengajarkannya tentang anggaran belanja dengan cara memberinya batasan tentang seberapa banyak uang yang boleh dia belanjakan. Sebagai contoh, dia hanya boleh menghabiskan Rp.15.000,- untuk membeli makanan atau yang dia inginkan. Ketika si kecil memilih ingatkan dia bahwa jika makanan/snack yang dia pilih melebihi harga Rp.15.000,- maka dia tidak boleh membelinya.
 
       b. Memberi uang jajan
                             Memberi uang jajan adalah langkah dasar untuk mengenalkan serta mengajarkan mengelola keuangan pada si kecil. Mulailah dengan memberi uang jajan secara harian. Ajarkan pada si kecil bahwa pada sehari itu dia hanya boleh membeli jajanan atau apa yang dia inginkan sejumlah uang yang Anda berikan dan ingatkan bahwa tidak akan ada uang tambahan jika uang jajannya habis sebelum waktunya. Jika hal itu sudah mulai berjalan dengan baik, Anda bisa mulai memberinya uang jajan secara mingguan, bahkan tidak menutup kemungkinan bulanan jika dalam prakteknya anak Anda memang mampu mengelola uangnya dengan baik. Dengan cara seperti ini, kita mengajarkan anak kita untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan uang mereka.
       C. Menabung
                Sebagai permulaan, tidaklah perlu kita langsung terburu-buru membuka rekening di bank dengan nama si kecil. Cukuplah dimulai dengan celengan yang lucu. Untuk menarik minat si kecil, biarkan dia yang memilih celengannya, lalu bisa juga kita ajak dia menghias celengan tersebut dengan tulisan atau gambar yang dia suka dan yang mengingatkan dia untuk menabung. Kemudian letakan celengan itu di tempat yang mudah terlihat di kamar si kecil, sehingga dia akan teringat untuk mengisi celengan tersebut. Bisa juga kita menentukan goal atau tujuan menabung bersama si kecil misalnya si kecil menginginkan sebuah mainan baru yang harganya cukup mahal, maka kita bisa menjadikan itu sebagai tujuan dia menabung. Ajarkan padanya bahwa jika dia menyisihkan uang jajannya setiap hari selama jangka waktu tertentu, maka dia akan bisa membeli mainan itu. Dengan cara ini si kecil akan lebih bersemangat menabung dan ketika nanti pada akhirnya mainan itu terbeli, dia akan lebih menghargai barang tersebut.
 
 
 
       D.Membayar sendiri jajanan
                 Ajaklah anak ke minimarket atau toko lalu biarkan dia memilih barang yang ingin dia beli Tunjukan label harganya dan berikan dia sejumlah uang yang mendekati harga tersebut. Biarkan anak yang membayar di kasir. Ingatkan bahwa dia harus menerima kembalian dengan jumlah yang tepat. Anda bisa membantu menghitung kembalian yang harus dia terima.
 
 
 
 2. Mengajarkan anak kegunaan uang      
          Kita sebagai orangtua bisa menjelaskan kepada anak dengan praktik langsung.
Misal, orangtua mengajak anak ke pasar dan anak melihat serta mengamati transaksi jual beli yang dilakukan orangtuanya, nah setelah proses ini terjadi, orangtua akan sangat mudah sekali menjelaskan kepada anak tentang uang.

 3.  Usaha untuk mendapatkan uang
        Setelah memperkenalkan uang dengan cara sederhana dan menyenangkan, saatnya menjelaskan kepada anak, bahwa uang yang dibelanjakan tadi diperoleh dari Ayah atau/dan Ibu yang bekerja, kemudian dibayar atau digaji. Jelaskan juga kepada anak, bahwa jika tidak berhemat dengan membeli hal yang diperlukan saja, maka uang bisa habis dan kita tidak bisa membeli keperluan apapun.



4.  Cara mendapatkan uang
       Sebagai lanjutan dari pertanyaan bagaimana mendapatkan uang, orangtua bisa menambah penjelasan bahwa mendapatkan uang tidak mudah, kita perlu berusaha dan bersabar.
Orangtua bisa memberi contoh kembali pada anak, misal, dengan cara melihat Ayah yang bekerja dari pagi sampai sore untuk mendapatkan uang/gaji.
Kemudian ajarkan juga pada anak konsep usaha dan sabar dengan menabung, jika anak menginginkan sesuatu benda seperti sepeda, orangtua tidak serta merta mewujudkan tapi saatnya orangtua mengajarkan konsep menabung.
   5. Konsep Uang Kembalian
Konsep ini agak susah susah gampang, bagi anak yang otak kirinya dominan, tentu akan cepat mengerti, namun anak yang dominan otak kanan, seringnya lupa atau malah khilaf belanja.
Perkenalkan konsep uang kembalian pada anak secara sabar dan perlahan, bisa dimulai dengan meminta tolong anak memberikan satu barang di warung dan katakan padanya harga barang serta total kembalian yang akan ia peroleh nantinya, dengan begini anak juga diajarkan konsep jujur.
   6.  Konsep Membandingkan Harga
Bahasa sederhananya, konsep mahal dan murahnya suatu barang, jelaskan pada anak bisa dengan praktek langsung belanja di warung, misal membeli wafer, dengan harga yang lebih murah dari macam ragam jenis wafer yang dijual, anak bisa juga membeli wafer dengan harga murah tapi juga bisa menikmati wafer yang enak tidak kalah dengan wafer yang  harganya mahal.

video ini berisikan tentang seorang perempuan kecil belajar untuk menabung dalam celengan.















       

 
 
 
 
Sumber

Bibliography

ummi. (2010, 12 09). konsep uang yang harus orangtua perkenalkan pada anak. Retrieved 10 01, 2015, from html: blogspot.com
keluarga. (2005, 11 04). mengenalkan uang pada si kecil. Retrieved 10 01, 2015, from keluarga: .com
 
siswa, z. (2004, 09 12). penngertian syarat uang. Retrieved 10 01, 2015, from com: html



 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar